Nah, kali ini saya ingin menulis tema tentang Insya Allah, sebuah ucapan yang sudah lekat dengan keseharian kita.
Suatu hari, orang-orang Quraisy Makkah bertanya kepada Rasulullah tentang persoalan ruh, tujuh pemuda yang masuk gua (ashabul kahfi), dan Dzul Qornain. Lalu Rasulullah menjawab, ‘Besok akan aku kabari tentang persoalan yang kalian tanyakan’.
Lalu, apa
yang terjadi dengan Rasulullah? Ternyata, beberapa hari wahyu tidak
turun kepada Rasulullah yang memberi jawaban terhadap
persoalan-persoalan yang ditanyakan kepada beliau, sehingga beliau pun
tidak bisa menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy. Sebabnya adalah
karena Rasulullah tidak mengatakan insya Allah. Terhadap peristiwa ini, turunlah wahyu,
Dan
jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu, ‘Sesungguhnya aku
akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut), ‘Insya
Allah’… (surat al-Kahfi: 23-24)
Ayat itu
bukan hanya ditujukan untuk Rasulullah. Kita, sebagai umatnya, juga
termasuk yang dituju oleh ayat itu. Jadi, kalau kita ingin melakukan
sesuatu, maka janganlah kalian mengatakan, ‘Aku akan lakukan itu nanti
atau besok’. Kita harus menyertainya dengan kalimat insya Allah.
Sesungguhnya efek ucapan insya Allah tidak bisa dianggap remeh. Akibatnya bisa fatal jika kita meninggalkan ucapan insya Allah.
Kita tahu siapa Sulayman, bukan? Beliau bukan hanya seorang Nabi, tapi
juga seorang raja. Beliau adalah putra Dawud, yang juga seorang Nabi
sekaligus raja. Kerajaan Nabi Sulayman membentang luas dan ia memiliki
puluhan istri.
Imam Bukhari
dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah pernah
bercerita tentang Nabi Sulayman, yang bunyinya seperti ini ;
‘Sulayman bin Dawud berkata, ‘Sungguh, aku akan menggilir 99 istriku pada malam ini, sehingga masing-masing istriku itu akan melahirkan pejuang yang akan berjuang di jalan Allah’. Lalu sahabatnya mengingatkannya, ‘Ucapkanlah insya Allah’. Tapi Nabi Sulayman tidak mengucapkannya. Kemudian Nabi Sulayman menggauli semua istrinya, dan tidak ada satu orang pun dari mereka yang hamil, kecuali satu orang istri saja yang melahirkan satu orang anak dengan wujud setengah manusia. Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya ia (Sulayman) mengucapkan insya Allah, niscaya semua istrinya akan melahirkan pejuang-pejuang yang berjuang di jalan Allah’.
‘Sulayman bin Dawud berkata, ‘Sungguh, aku akan menggilir 99 istriku pada malam ini, sehingga masing-masing istriku itu akan melahirkan pejuang yang akan berjuang di jalan Allah’. Lalu sahabatnya mengingatkannya, ‘Ucapkanlah insya Allah’. Tapi Nabi Sulayman tidak mengucapkannya. Kemudian Nabi Sulayman menggauli semua istrinya, dan tidak ada satu orang pun dari mereka yang hamil, kecuali satu orang istri saja yang melahirkan satu orang anak dengan wujud setengah manusia. Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya ia (Sulayman) mengucapkan insya Allah, niscaya semua istrinya akan melahirkan pejuang-pejuang yang berjuang di jalan Allah’.
Itulah yang didapatkan Nabi Sulayman ketika lupa mengucapkan insya Allah. Anak yang dilahirkan istrinya mengalami cacat fisik dan mental. Kita tidak tahu setengahnya lagi berwujud apa.
Jadi, kalau kita ingin melakukan sesuatu, maka ucapkan insya Allah. Ucapkanlah dengan benar. Jangan mengucapkan insya Allah sekedar basa-basi dan pemanis lidah. Ucapan insya Allah yang benar akan menambah kesempurnaan sesuatu yang akan kita lakukan.
Semoga ALLAH SWT senantiasa membimbing kita agar tetap
istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati kita
untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa. Aamiinn...Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan
teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya
kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Kuatkanlah imannya
✔ Sehatkanlah lahir dan batiniyahnya
✔ Sinarilah wajahnya dengan sinar Rahmat-Mu
✔ Limpahkan rezeki yang banyak dan halal
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lindungilah dari hal-hal yang dapat merusak imannya
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin.
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin.
Sumber :
www.bangaziem.wordpress.com