Qurban Yang Diterima Allah SWT

Allah ta’ala berfirman: “Daging-daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, akan tetapi yang sampai kepada-Nya ialah ketaqwaan kamu.” [Al-Hajj: 37]

Syari’at Qurban, sudah digulirkan sejak zaman N. Adam AS, seperti yang dikisahkan dalam QS Al-Maidah ayat 27. Dan hingga kini syari’at Qurban terus lestari menjadi tradisi syar’iyyah sepanjang masa, hanya bentuk dan caranya yang berbeda secara tekhnis.

Kisah Qurban putera-putera Nabi Adam AS dalam QS Al-Maidah ayat 27, memberi pelajaran yang besar bagi kita. Bahwa berqurban agar diterima oleh Allah SWT harus memenuhi 2 unsur:
  1. Kelurusan motivasi yaitu Ikhlas karena Allah
  2. Benar caranya yaitu sesuai syari’at Islam
Tidak setiap yang berqurban akan diterima oleh Allah Ta’ala, sebab jika ada kesalahan dalam ber-Qurban maka; Qurban tersebut tidak akan diterima. Sebagaimana Qurban-nya salah satu putera nabi Adam yaitu Qabil. Firman Allah SWT: “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS Al-Maidah (5) ayat 27)

Zaman Nabi Adam AS ketika manusia masih sedikit, maka syariatnya dibolehkan menikah dengan saudara sendiri. Nabi Adam memiliki 2 pasang putera kembar saat itu, Qabil (laki-laki) bersaudara kembar Iklima (perempuan), kemudian Habil (laki-laki) bersaudara kembar Labuda.

Saat itu pernikahan saudara kembar dilakukan silang, berarti Qabil sah menikahi Labuda dan Habil sah menikahi Iklima. Akan tetapi Qabil merasa tidak puas dengan aturan seperti itu, karena menurutnya Iklima (saudara kembarnya sendiri) lebih menarik hatinya, dibandingkan Labuda. Terjadilah peristiwa pembunuhan Habil oleh Qabil, sebagai tragedi pembunuhan manusia pertama.

Sebelum tragedi pembunuhan itu terjadi, Qabil dan Habil melaksanakan syariat Qurban, tetapi Allah Ta’ala hanya menerima Qurban salah seorang diantara mereka yakni Qurban-nya Habil, dan menolak Qurban dari yang lainnya yakni Qurban-nya Qabil. Mengapa demikian?

Sebab pertama
; Qabil ber-Qurban dengan motif ingin meraih hati Ayahnya sekaligus menyingkirkan Habil di hati ayahnya . Sangat jelas terlihat dalam ayat tersebut, ada kalimat ancaman dari Qabil terhadap Habil: “Aku pasti membunuhmu!”
Motif Qabil ber-Qurban adalah Li Abi (agar dihargai dan dipuji ayahnya), sementara Habil adalah Lillah (karena Allah Ta’ala). Untuk selanjutnya agar Qabil dinikahkan dengan Iklima yang sebenarnya juga melanggar aturan syari’at islam waktu itu.

Sebab kedua
; Qabil sebagai petani berqurban- menurut caranya sendiri, sehingga , saat itu, ia memilih untuk qurban-nya adalah hasil pertanian yang jelek jelek. Sementara Habil ber-Qurban sesuai dengan cara yang ditentukan Allah (sesuai syari’at), saat itu habil sebagai peternak ia meng-Qurban-kan dengan memilih hewan yang gemuk, mulus, sehat dan bersih.
Inilah pelajaran berharga bahwa berqurban, agar diterima oleh Allah Ta’ala, maka harus dilakukan dengan Ikhlash semata mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau sekedar alat kampanye diri. Kemudian agar diterima oleh Allah Ta’ala, Qurban juga harus sesuai dengan syari’at Islam, bukan aturan yang dibuat sendiri.*** wallahu a’lam bishowab (( waiman abdurrahman ))

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat. Aamiin
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...

Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini

✔ Kuatkanlah imannya
✔ Sehatkanlah lahir dan batiniyahnya
✔ Sinarilah wajahnya dengan sinar Rahmat-Mu
✔ Limpahkan rezeki yang banyak dan halal
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid

✔ Lindungilah dari hal-hal yang dapat merusak imannya
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Insya Allah Bermanfaat,.
Aamiin ya Rabbal'alamin.



Sumber :
juaranews